Aku harus berhenti mengkhawatirkan orang lain secara berlebihan.

Sahabat berantem hebat sama suaminya, aku setress koordinasi sama keluarganya di luar kota. Setress telepon sana sini untuk cari kabar dan memastikan dia baik-baik aja.

Sahabat sakit di luar kota, menelpon hanya untuk bercerita dan menangis, padahal dia cowo dan engga pernah nangis, bisa ngebuat aku sibuk cari praktek dokter dari Cirebon dan berencana pergi ke kota nya dalam waktu dekat, cuma mau nemenin dia ke dokter, karena aku taw dia sendirian disana dan engga ada yang ngurusin.

Orang ikut test kerjaan, sesuatu yang dia impikan sejak lama, sanggup ngebuat aku yang gampang laper ini untuk puasa pada waktu dia test, sambil terus berdoa, semoga usaha-usaha bersama ini sampai padaNya.

Tapi kadang ya, aku benci banget jadi orang yang terlalu khawatir. Takut orang kenapa-kenapa. Aku benci betapa cepat pikiranku ini jalan. Dan aku benciiiiiii.. Betapa aku gampang khawatir dan takut orang terdekatku kenapa-kenapa.

Aaaaakkkkk! Taw ah. Aku harus berhenti kaya gini. 😢😢😢

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s