“Bagaimana kita bisa tahu sesuatu firasat atau bukan?” Tanyaku tiba-tiba.

“Kamu harus cek ke dalam,” ia meletakkan jari di dadanya, “dan cek ke luar. Pesan yang sama biasanya datang berulang. Lewat suara hati, atau gejala alam. Dan biarpun pikiran kamu ingin menyangkal, seluruh sel tubuh kamu seperti sudah tahu.”

“Lalu.. Kalau saya tidak suka dengan apa yang dikatakan firasat saya, lantas apa?”

“Kamu hanya perlu menerima. Ketika belum terjadi, terima firasatnya. Ketika sudah terjadi, terima kejadiannya. Menolak, menyangkal, cuma bikin kamu lelah.”

(Chapter Firasat, Rectoverso) – at Aston Cirebon Hotel & Convention Center

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s