Ordinary me.

Yaaak. Engga bisa tidur. Mungkin meluapkan apa yang ada di kepala bisa ngebuat lebih enak kali ya.

Aku itu.. Ya gitu deh. *mulai ga penting*

Ada lah aku lagi belajar sama orang pinter, bukan orang pinter dukun ya.. Tapi orang pinter beneran. Entah kenapa, awal aku belajar sama dia, aku yang uda taw kalo dia itu pinter dan segala macemnya, masi bisa bersikap biasa dan ketawa-ketawa.

Tapi, dia ini pinter beneran..

Pertemuan kedua, aku uda mulai tegang.
Pertemuan selanjutnya, aku merasa terintimidasi.
Ahahahahaha, ga banget kan..

Dia pinter banget.

Engga ada yang salah sama dia sih, metode pembelajarannya enak, ngajarnya sistematis dan jelas, intinya, aku beruntung punya mentor kaya dia.

Tapi, di sisi lain, ada perasaan di diri aku yang *mulai engga penting* bilang, aku engga boleh keliatan lebih bego lagi, engga boleh keliatan ngeblank dan ga bisa dan apapun namanya..

Jadilah, belajar hari ini muka aku lempeng, sambil mikir.. “Harus ngerti harus ngerti harus ngerti”.

Sebenernya dia ga men-under estimate kemampuan aku sih.. Tapi aku benci perasaan yang dia timbulkan.
Aku benci merasa tidak mampu.

Aaaaaaakkkkkk!

Benci banget.

Udalah. Engga usah ngomongin ini lagi.
*dan saya, tiba-tiba badmood*
-___________-

Eniwei, kalo suatu saat ada yang nanya, post ini tentang Yudho Arlianto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s