Lagi mikir dengan banyak nya pemberitaan masalah menteri disana-sini.

Ini orang-orang hobby banget ya ngomong. Hobby banget ya menilai orang. Hobby banget berpikir kalau jadi orang baik harus ada “standar” nya.
Standar mereka yang ngomong maksudnya.

Sama aja kaya gini,
Ada Suami istri yang menikah sudah belasan tahun, dan ada mulut-mulut kepo yang nanya, “Kenapa sampai sekarang belom punya anak? STANDAR keluarga yang baik sejahtera itu kan ada ayah ibu dan anak”

Tanpa pernah taw seberapa keras usaha yang sudah dilakukan, seberapa sakit menghadapi orang, seberapa sulit harus berusaha hidup hari demi hari.

Itu mulut minta disumpel pake talenan.

Oke kita punya menteri yang ada tatto nya, ngerokok, ga lulus SMU, terus kenapa? kita ga taw seberapa besar usaha yang dilakukan oleh dia, engga taw betapa sulit dan jatuh bangun nya hidup dia, dan belum tentu juga kalo kita ada di posisi dia, kita bisa hidup sampai hari ini. Terus kita itu siapa sok-sok an menilai orang cuma dari tampilan luar dan menilai mereka sesuai standar kita?

Kita itu siapa?

Orang yang kita nilai itu, yang menurut kita engga baik itu, mungkin sudah ngerasain cobaan yang engga bisa kita bayangin.

Kenapa sih kita ga fokus sama kinerja nya aja?

Hobby amat ikut campur urusan orang.

Kalo kinerja nya berantakan, dikritisi, baru masuk akal. Kalo kerja belum satu minggu, gegara cuma liat dari tampilan luar terus kita ribut menilai, lagi-lagi saya harus bilang,
“Kaya kita nya paling bener aja sedunia.”

Capek baca timeline. Saya mau mulai unfollow dan delete delete, lagi.

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s