-Dalam Kepasrahan-

Sahabatku sayang..
Ada kalanya.. Kamu takut kehilangan seseorang yang kamu tahu.. Engga baik buat kamu.
Kamu berpikir, kenapa?
Apa istimewa nya orang ini sehingga kamu takut dia pergi?
Kamu berpikir, berpikir dan terus berpikir..
Perlahan kamu menemukan runutannya.

Dia,
Yang kamu pikir hanya orang asing biasa, tiba-tiba datang dengan pesona nya dan membuat pusat duniamu berubah dalam sekejap.
Dia,
Yang menggenggam tanganmu dalam gelap waktu-waktu tertentu.
Dia,
Yang kamu tahu keberadaannya akan membuat hidupmu berubah keluar dari jalur nya.
Dia,
Yang hanya bisa kamu tatap dari kejauhan, yang hanya bisa kamu gapai bayangannya saja dalam keramaian.
Dan dia,
Yang tidak bisa memberikan janji untuk membahagiakanmu, Karena ada hati-hati lain yang harus dia bahagiakan.

Apa yang membuatmu bertahan sayang?
Apa yang membuatmu selalu kembali pada nya?

Tidak kah kau lihat,
Betapa sakitnya hatimu tidak bisa menemuinya setiap hari,
Tidak bisa me nelpon dan meng SMS nya kapan pun kau membutuhkan dia.
Tidak kah kau lihat,
Hatimu yang semakin berkerut melihat dia dan dunia nya terus berjalan, sedang kan duniamu terhenti karena dia tidak ada di dalamnya.
Tidak kah kau lihat sayang,
Kenyataannya?

Seperti apa rasanya sedang sakit, tapi orang yang kau sayangi, tidak ada di sampingmu?
Seperti apa rasanya, tidak bisa dengan bebas menelponnya, untuk bercerita tentang harimu, karena engkau harus selalu mempertimbangkan “waktu yang tepat”
Seperti apa rasanya..
Selalu manjadi yang nomor dua, tidak pernah diprioritaskan, bahkan untuk waktu-waktu yang sudah menjadi “Hak” mu.

Sahabat ku sayang..
Engkau yang sedang bersedih di ujung sana..
Tidak kah kau lihat keadaan nya?

Jangan lah selalu menyalahkan dirimu dan berkata bahwa,”Aku yang seharusnya mengerti”
Kesulitan ini, harus lah ditanggung berdua sayang.
Aku tahu, kau akan kuat menjalani ini semua, ketika dia selalu ada di sampingmu, menguatkan langkahmu.

Pertanyaan nya adalah,
Adakah dia ada disana?

Sayang ku.. Saudaraku sayang..
Kenapa engkau selalu mengkerdilkan hatimu?

Kau tidak sanggup meninggal kan dia karena kau takut ditinggal kan?
Kau takut melewati masa-masa penuh kesedihan?
Tahukah engkau sayang? Ketika ayah mu pergi meninggalkanmu, ketika dulu laki-laki yang kau sayangi pergi mengkhianatimu, cukup lah sudah itu hanya menjadi salah satu fase dalam hidupmu. Jangan lah hidup dengan ketakutan seperti itu..

Lihat lah dirimu,
Cantik, baik, Sholihah,
Dan engkau dikelilingi orang-orang yang menyayangimu..
Rezeki yang baik, pekerjaan yang baik, dan Tuhan yang sangat besar, sehingga Ia dengan segala keMaha an Nya akan selalu memelukmu.

Lalu apa lagi yang kau takut kan sayang?
Bilang pada ku.

Kau merasa tidak sanggup melalui ini?
Ah sayang ku.. Ingatkah berapa banyak kisah pengkhianatan yang kau lalui?
Ingatkah betapa banyak air mata yang keluar dari matamu?
Ingatkah masa-masa panjang dasawarsa yang kau jalani untuk bertahan hidup?
Ingatkah itu sayang?

Lalu, apalagi yang kau khawatirkan?
Apa, kau mencintai dia?
Cinta..
Sayangku.. Perempuan kuat yang aku kenal..
Cukup lah Allah yang menentukan sayang..
Jangan lah memaksakan jalanmu dengan mengatakan kau mencintai dia.
Dia, jika Allah mengizinkan dan memang namanya yang Allah bisikkan kepadamu ketika engkau dalam rahim ibu mu, dia akan kembali padamu sayang, dengan caraNya.
Tapi, jika bukan dia yang Allah takdirkan untuk mu, untuk apa kau membuang hari dan waktu mu untuk selalu memikirkan dia?

Lalu kenapa kau masih juga takut?
Apa engkau tidak mempercayai betapa kuat nya dirimu?

Pergi lah ke cermin,
Lihat lah betapa cantik nya dirimu ketika tersenyum..
Lihat lah ke luar..
Apakah engkau menyadari betapa engkau melewatkan indahnya hujan, cantik nya alam ketika engkau berfokus pada kesedihanmu?
Lihat lah sekelilingmu sayang,
Sahabat-sahabat disampingmu yang kau lupa kan keberadaannya,
Keluarga mu yang tak kau hiraukan ketika pikiranmu dibawa nya pergi.

Betapa banyak yang kamu lewat kan sahabat ku sayang..
Sedang kan hidup ini terus berjalan..
Kalau kau tidak segera bergegas, dunia ini dan perubahannya akan melewatimu dalam diam.

Sayang ku..
Sayangi dirimu.
Tertawa lah. Tersenyum lah. Berbahagia lah.
Nikmati hidupmu.

Dan Aku harap kau selalu tahu,
Bahwa Aku akan selalu menjagamu.
Bahwa dalam melalui ini semua, kau akan baik-baik saja.

Dan jangan lah khawatir,
Allah yang Maha Besar, Allah yang sangat menyayangimu, akan mengambil bebanmu, akan mengikhlaskan hatimu, dan akan memilihkan untuk mu, Hal-hal mana yang terbaik untukmu, menurutNya.

Yang perlu kamu lakukan sayang ku, hanya lah percaya.
Hanya itu.

(Untuk sahabat ku sayang, M, yang Aku harap bisa melewati fase hidup ini dengan baik. Aamiin. Aku menyayangimu sahabat ku..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s