DOSEN dan.. Hati.

*sigh

Kayanya engga ada orang yang posting blog di belahan dunia manapun yang pake menghela nafas duluan ya temans. Hehe

Aneh.

Kalau mencampur adukkan hati sama profesi, mungkin jadi nya kaya aku.

Engga pake hati akhirnya memagari kita dari sakit hati kan?

*oke, mulai ngelantur*

Back to the main topic temans, tentang profesi dan hati. Aku, dosen yang sebenernya galak ini, Senin kemarin melakukan hal yang engga pernah aku lakuin sebelumnya.

Jadi ceritanya, aku punya mahasiswa, kita sebut aja namanya “dia”. Dia ini mahasiswa semester III, yang aku tahu banget kapasitas otaknya, rajin pula kuliahnya. Intinya, tipikal mahasiswa cowo engga banyak tingkah tapi punya otak.

Waktu aku lagi ngoreksi hasil UAS kemarin, aku baru ngeh dia engga ikut ujian. Karena ujian susulan cuma diperbolehkan dalam waktu 1 minggu, akhirnya beberapa hari kemaren aku gunain bwat cari nomer teleponnya (yang bisa dihubungin). Setelah dapet, aku telepon, dan dia bilang kalo “Percuma saya ikut ujian bu, toh pada akhirnya saya engga bisa ngelanjutin karena engga ada biaya..”

Reaksi aku selanjutnya..

Mikir.

Setelah ngerepotin orang akademik dengan minta tolong cariin alamat dia, akhirnya aku kerumahnya, sore hari balik kampus. Setelah sempet salah rumah karena ternyata dia uda pindah, akhirnya aku dikasi alamat dia yang baru, dan ketemu.

Dia.

Ngobrol.. Dia cerita kenapa. Permasalahan keluarga. Aku berusaha kasih solusi dari segi akademik sebisaku..
Dan dia janji untuk dateng ke kampus besoknya buat ikut ujian susulan.

Aku pulang.

Dan 2 hari sesudahnya, dikampus, aku tetap tidak menemukan dia😦

Sms ku engga dibales, telepon ku engga diangkat.

Sumpah, kadang aku mikir, aku ini ngapain??

Derita dia lah kalo dia berhenti kuliah, derita dia lah kalo beberapa bulan ini dia nyesel, pengen balik kuliah tapi sulit ngejer nilai-nilai dia yang tertinggal.

Derita dia. Kenapa aku yang repot?

HARUSNYA AKU MIKIR KAYA GITU.

Tapi engga bisa😦

Tetep kepikiran.

Pendidikan itu penting.. Orang bisa berubah pikiran mengenai apapun dalam jangka waktu baik cepet ataupun lambat. Dia bisa bilang kalau “mungkin jalan saya bukan kuliah bu..” Tapi siapa tahu beberapa waktu lagi pikirannya berubah?

Ini cobaan yang harus dilewati, bukan balik arah dan berhenti.

Sedih temans.

Kalau sampai Jumat dia engga muncul, ya sudahlah. Mungkin aku harus merelakan salah satu mahasiswaku. Mungkin dia sudah membuat keputusan dan siapapun engga akan bisa merubah keputusannya itu.

Dibalik semua tentang dia beberapa hari ini..
Aku menyadari betapa dosen adalah pekerjaan yang sangat memakai hati.

Aku itu galak lho. Asli. Mahasiswa-mahasiswa engga suka sama aku, apalagi kalo ujiannya aku yang ngawas :p

Tapi tetep, senakal dan sebandel nya mahasiswa, ada rasa sayang dalam hati sama mereka, apalagi sama yang rajin dan mau berusaha.

Dia salah satunya.

Dan mungkin dia engga sadar, dia pernah ‘menyentuh’ hati aku :’)

Dia mungkin salah satu dari sedikit mahasiswa yang memperhatikan dan tahu kalo (dulu, waktu lagi ngajar) aku sedang sakit, dan kata-kata simple pernah keucap dari mulutnya,

“Ibu kok mukanya pucet? Lagi sakit? Jaga kondisi bu”

Dia dengan muka lempengnya dan kata-kata simple nya yang membuat hari itu aku bersyukur sama Allah, karena sudah memberikan aku mahasiswa yang baik dan peduli sama dosennya.

That’s why I fight for him.

Dan aku juga bilang sama dia, Jangan berani-berani nyerah pada saat ada orang yang percaya sama dia, even pada saat dia engga percaya sama dirinya sendiri.

*sigh

But he didn’t showed up.
Sms aku engga dibales, telepon engga diangkat.

Pada saat ini, honestly, aku tergoda banget buat ngebego-begoin diri sendiri, such as “Ngapain dibela-belain?” Atau “Engga usah lebay Tis. Harusnya kamu engga usah telepon atau sms kalo akhir-akhirnya engga dipeduliin.”

Tapi denger ya Tis..
*ceritanya lagi ngomongin diri sendiri*

At least you did the right thing.
You try.

Keputusan akhir ada di tangan dia kan?
Engga ada yang bisa membolak-balikkan hati manusia kecuali Allah..

Sekarang..
Ikhlaskan saja.
Ikhlaskan dia.
Dan terus berdoa, semoga jalan apapun yang mahasiswa mu ambil, melanjutkan kuliah ataupun tidak, Allah akan selalu menerangi jalannya.

Aamiin.. Allahumma Aamiin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s