KARENA KELUARGA.

Hei temans, apa kabar?

Aku baik.. (Ada yang nanya tak?Hehe). Cuma lagi sedikit sibuk aja, masuk kantor Senin mpe Sabtu, malem biasanya diisi dengan ngurusin Kakak Hiro, atau belajar, atau kadang2 pengajian.. (iyah, di kampusku ada pengajian yang wajib diikuti sama karyawannya :p)

Berbicara tentang keluarga, aku punya keluarga yang sangat spesial. Keluarga yang unik dengan caranya sendiri, unik dengan masalahnya sendiri. Rumah yang kadang membuatku lelah dengan banyaknya masalah, tapi juga rumah satu2nya tempat aku bisa pulang.

Dan,

Keluarga ini, Rumah ini, adalah alasan kenapa mantanku merasa ga nyaman ma aku, yang akhirnya berujung dengan putusnya kami berdua🙂

Aku ga taw apa itu alesan nya dia aja, atau kaya mana. Karena seinget aku, dia ke rumahku tuh dulu banget, 2 tahun-an sebelum kami pacaran, dan aku blom sampe cerita apapun tentang aku dan (masalah) keluargaku.

*senyum*

Aku sempet diem gitu, seharian, begitu aku taw dia ngeluarin statement ini.

Aku berpikir, kalau dia bilang aku kurang pinter, aku bisa sekolah lagi. Kalau dia bilang aku kurang apa gitu, aku masih bisa mengusahakan bagaimanapun caranya.

Tapi kalo dia bilang keluarga, aku ga bisa apa2.

Dan honestly, walopun aku ngerasa, aku adalah orang yang cukup bisa menerima bagaimanapun keadaan keluarga sahabatku, atau pacarku, aku ga bisa berharap orang lain berpikiran sama.

Dan yang paling penting lagi, itu adalah keputusannya. Hak nya. Dia berhak menentukan dia mau hidup dengan orang seperti apa, dengan keluarga calon istri yang seperti apa.

Tapi tetep aja, aku mikir, Oh my.. Dia butuh keluarga calon istri yang se-sempurna apa? Bukannya setiap keluarga tu pasti ada lebih dan kurangnya sendiri2?

Sedih sih kalo ada orang yang menganggap kita tidak cukup layak🙂 Tapi ga papa. Mungkin memang bukan dia.

One day, Insya Allah, aku akan menemukan orang yang dengan tulus mencintai Mama, Ayah, Dek Tika, Dek Reza, Dek Monic, Dek Izal, Hiro dengan segala kelebihan dan kekurangan kami.

Aku yang sekarang, hanya berusaha untuk memahami, kalau memang aku harus berhenti bertanya,

KENAPA.

Kenapa A, Kenapa B, Kenapa C dsb.

Kalau memang dalam hidup, ada hal-hal yang hanya bisa diterima.

Kita. Hanya. Bisa. Menerima.

 

 

 

4 thoughts on “KARENA KELUARGA.

  1. Mb momooooonnn….sukka sm tulisannya..
    *Give a BIG HUGG bwt mb momon.smangaatt! (ง •̀⌣•́)ง(ง`▽´)ง(9’̀⌣’́)9(งˆヮˆ)ง
    Selalu ada hikmah dibalik tiap peristiwa :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s